Kamis, 09 Februari 2012

Pengertian Baca / Membaca

Baca di dalam kamus bahasa Indonesia diartikan sebagai melihat serta memahami isi dari apa yang tertulis (dgn melisankan atau hanya dalam hati). Membaca adalah proses untuk memperoleh pengertian dari kombinasi beberapa huruf dan kata. Mengenai pengertian membaca, banyak ahli yang mengemukakan pendapatnya untuk mendefinisikan membaca, hal ini tergantung pada dari mana meninjaunya. Membaca merupakan suatu proses menangkap atau memperoleh konsep-konsep yang dimaksud oleh pengarangnya, menginterpretasikan, mengevaluasi konsep-konsep pengarang dan merefleksikan atau bertindak seperti yang dimaksud dalam konsep itu. Kemampuan membaca tidak hanya mengoperasikan berbagai keterampilan untuk memahami kata-kata dan kalimat tetapi juga kemampuan untuk menginterpretasi, mengevaluasi sehingga diperoleh pemahaman yang komprehensif.
Juel (1988) mengartikan bahwa membaca adalah proses untuk mengenal kata dan memadukan arti kata dalam kalimat dan struktur bacaan dimana hasil akhir dari proses membaca adalah seseorang mampu membuat intisari dari bacaan.
Dengan mengajarkan anak membaca berarti memberi anak tersebut sebuah masa depan yaitu memberi teknik bagaimana cara mengekplorasi “dunia” manapun yang dia pilih dan memberikan kesempatan untuk mendapatkan tujuan hidupnya.
Ada beberapa prinsip membaca yang perlu diperhatikan oleh pustakawan dalam membina dan mengembangkan minat baca para siswa adalah sebagai berikut :


  1. Membaca merupakan proses berpikir yang kompleks. Hal ini terdiri dari sejumlah kegiatan seperti memahami kata-kata atau kalimat yang ditulis oleh pengarang, menginterpretasikan konsep-konsep pengarang serta menyimpulkannya.
  2. Kemampuan membaca tiap orang berbeda-beda. Setiap orang memiliki kemampuan membaca sendiri-sendiri tergantung dari beberapa faktor misalnya tingkatan kelas kecerdasan, keadaan emosi, hubungan sosial seseorang, latar belakang pengalaman yang dimiliki, sikap, aspirasi, kebutuhan-kebutuhan hidup seseorang dan sebagainya.
  3. Pembinaan kemampuan membaca atas dasar evaluasi. Pembinaan tersebut harus dimulai atas dasar hasil evaluasi terhadap kemampuan membaca orang yang bersangkutan
  4. Membaca harus menjadi pengalaman yang memuaskan. Seseorang akan senang jika telah berhasil mempelajari sesuatu dengan baik dan merasa puas atas hasil bacaannya
  5. Kemahiran membaca perlu keahlian yang kontiyu. Agar memiliki kemahiran membaca, keterampilan-keterampilan yang dibutuhkan dalam membaca perlu diperhatikan sedini mungkin sejak seseorang pertama kali masuk sekolah
  6. Evaluasi yang kontinu dan komprehensif merupakan batu loncatan dalam pembinaan minat baca. Dalam kegiatan pembinaan dan pengembangan minat baca para siswa harus selalu disertai evaluasi karena untuk mengetahui keberhasilan pembinaan dan pengembangan minat baca para siswa.
    g. Membaca yang baik merupakan syarat mutlak keberhasilan belajar. Agar memperoleh keberhasilan belajar, seseorang harus membaca secara efisien.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar