Jumat, 10 Februari 2012

Jilbab itu apa sih . . .

Jilbab berasal dari bahasa Arab yang jamaknya jalabiib. Artinya pakaian yang lapang dan luas. Pengertiannya adalah pakaian yang lapang dan dapat menutupi aurat wanita, kecuali muka dan kedua telapak tangan wanita sampai pergelangan tangan saja yang ditampakkan[1]. Kitab Al-Munjid mengartikan jilbab sebagai pakaian atau baju yang lebar. Dalam Kitab Al-Mufradat Raghib Isfahani menyebutkan bahwa jilbab adalah baju atau kerudung. Kitab Al-Qamus mengartikan jilbab sebagai pakaian luar yang lebar, sekaligus kerudung yang biasa dipakai kaum wanita untuk

menutupi pakaian dalam mereka.

Kitab Lisanul Arab mengartikan jilbab sebagai jenis pakaian yang lebih besar ketimbang selendang besar (rida), yang biasa dipakai kaum wanita untuk menutupi kepala dan dada mereka. Imam Zamakhsari dalam kitabnya Al-Kasyaf mengartikan jilbab secara demikian pula. Kitab Tafsir Majmaul Bayan mengartikan jilbab sebagai kerudung yang biasa dipakai kaum wanita merdeka (bukan budak) untuk menutupi kepala dan muka bila mereka keluar rumah. Al-Hafidz dan Ibnu Hazm mengartikan jilbab sebagai pakaian yang menutup seluruh tubuh (kecuali yang diperbolehkan tampak), dan bukan sebagiannya[2].

Dari sini penulis mengartikan jilbab sebagai pakaian yang luas dan longgar yang menutupi kepala (kecuali bagian-bagian yang menyulitkan bila tertutup) dan dada.Menggunakan pakaian pada dasarnya adalah untuk menutup yang perlu ditutup dan tidak ingin diperlihatkan. Jilbab bukan hanya menutup badan semata, tetapi jilbab itu menghilangkan birahi yang menimbulkan syahwat, maka hendaklah ditutup segala yang memalukan[3].

Di antara yang banyak menjadi rujukan dalam perintah berjilbab adalah Al-Qur’an Surat An-Nuur Ayat 31, seperti yang tertera pada halaman depan. Dari terjemahan ayat tersebut, mengandung beberapa perintah Allah SWT, yang ditujukan kepada wanita mukminah, yaitu perintah untuk menahan sebagian pandangan, memelihara kemaluan, tidak menampakkanperhiasan kecuali yang nampak ke pada pria asing, menutupkan kerudung mereka.

Secara etimologi, jilbab adalah pemisah dalam pergaulan antara laki-laki dan wanita. Pemisah ini maksudnya adalah untuk mengendalikan luapan nafsu syahwat, yang merupakan naluri yang sangat kuat dan dominan. Jiwa seorang manusia mudah goyah dan berubah. Sebagaimana manusia tidak pernah puas dengan harta dan kedudukan, demikian juga mereka tidak pernah puas dengan kelezatan pemuasan hawa nafsu[4]. Pemisah dalam pergaulan tersebut sama sekali bukanlah untuk

memberatkan kaum wanita mukminah. Perintah berjilbab adalah untuk menjaga kesucian kaum wanita mukminah. Wanita adalah simbol keindahan. Kaum wanita cenderung untuk mempertunjukkan kecantikannya dan lebih tak acuh dalam memandang tubuh lawan jenisnya. Kaum wanita suka berhias dan mematut diri untukmenunjukkan kecantikannya. Jilbab akan membuat kaum wanita lebih terhormat dan terpandang. Mereka akan terjaga dari gangguan orang-orang usil dan amoral. Jilbab tidak melarang dan membatasi aktivitas-aktivitas sosial wanita. Bahkan Islam mewajibkan setiap muslim baik pria maupun wanita untuk menuntut ilmu dan tidak berpangku tangan serta berdiam diri di rumah saja.

Di dalam disiplin ilmu fikih, lafal aurat yang mempunyai arti dalam surat An-Nuur ayat 31 berarti sebagian anggota tubuh manusia yang dalam pandangan umum buruk atau malu untuk diperlihatkan dan bila dibiarkan terbuka mungkin bisa menimbulkan fitnah seksual. Ulama fikih sepakat menyatakan bahwa aurat harus ditutup dari pandangan orang dengan pakaian yang tidak tembus pandang dan tidak membentuk lekukan tubuh.Mayoritas wanita berjilbab hanya ada di lingkungan Lembaga Pendidikan Islam. Seperti di sekolah-sekolah Islam, Perguruan Tinggi Islam dan sebagainya.

Di antara masyarakat juga ada yang memakai jilbab hanya ketika menghadiri acara pernikahan, mengikuti pengajian di majlis taĆ­lim, ketika mengunjungi sanak famili dan lain-lain. Ini sebagai bukti bahwa ada di antara mereka yang tidak memandang perintah berjilbab sebagai suatu kewajiban agama. Ada beberapa faktor yang menyebabkan para wanita belum melaksanakan jilbab seperti yang telah ditentukan syariat, di antaranya[5]:

1. Tidak tahu bahwa jilbab adalah wajib.

2. Tidak mampu menghadapi pesona keduniaan.

3. Tidak mampu menundukkan nafsu yang meyuruh keburukan.

4. Dikalahkan oleh bisikan setan.

5. Terbawa oleh pengaruh teman.



[1]Mulhandy Ibnu Al-Hajj, dkk, Tanya Jawab Tentang Jilbab, Bandung, Espe Press, 1992

[2]Husein Shahab, Jilbab Menurut Al-Qur’an dan Sunnah, Bandung, Mizan, 1989

[3]Fuad Mohd Fachruddin, Aurat dan Jilbab Dalam Pandangan Mata Islam, Jakatra, Pedoman Ilmu Jaya, 1991

[4]Husein Muhammad, Fiqh Perempuan, Yogyakarta, 2002

[5]Abdul Hamid, Salah Paham Masalah Jilbab, Jakarta, Pustaka Al-Kautsar, 2006

Pengertian Hipotesis / Hipotesea

Hipotesis seperti yang kita ketahui pada mata kuliah kemarin (statistik), yakni dugaan yang mungkin benar, atau mungkin juga salah. Dia akan ditolak jika salah atau palsu, dan akan diterima jika faktor-faktor membenarkannya. Penolakan dan penerimaan hipotesis, dengan begitu sangat tergantung kepada hasil-hasil penyelidikan terhadap faktor-faktor yang dikumpulkan.
Hipotesis dapat juga dipandang sebagai konklusi yang sifatnya sangat sementara. Sebagai konklusi sudah tentu hipotesis tidak dibuat dengan semena-mena, melainkan atas dasar pengetahuan-pengetahuan tertentu. Pengetahuan ini sebagian dapat diambil dari hasil-hasil serta problematika-problematika yang timbul dari penyelidikan-penyelidikan yang mendahului, dari renungan-renungan atas dasar pertimbangan yang masuk akal, ataupun dari hasil-hasil penyelidikan yang dilakukan sendiri. Jadi dalam taraf ini mahasiswa cukup membuat konklusi dari persoalan-persoalan yang diajukan dalam bab sebelumnya dan merumuskannya dalam bentuk statmen (pernyataan).

Trealese (1960) memberikan definisi hipotesis sebagai suatu keterangan semnatara dari suatu fakta yang dapat diamati.

Good dan scates (1954) menyatakan bahwa hipotesis adalah sebuah taksiran atau referensi yang dirumuskan serta diterima untuk sementara yang dapat menerangkan fakta-fakta yang diamati ataupun kondisi-kondisi yang diamati dan digunakan sebagai petunjuk untuk langkah-langkah selanjutnya.

Kerlinger (1973) menyatakan hipotesis adalah pernyataan yang bersifat terkaan dari hubungan antara dua atau lebih variabel[1].

Dari arti katanya, hipotesis memang dari dua penggalan. Kata “HYPO” yang artinya “DI BAWAH” dan “THESA” yang artinya “KEBENARAN” jadi hipotesis yang kemudian cara menulisnya disesuaikan dengan ejaan bahasa Indonesia menjadi hipotesa, dan berkembang menjadi hipotesis.

Apabila peneliti telah mendalami permasalahan penelitiannya dengan seksama serta menetapkan anggapan dasar, maka lalu membuat suatu teori sementara , yang kebenarannya masih perlu di uji (di bawah kebenaran). Inilah hipotesis peneliti akan bekerja berdasarkan hipotesis. Peneliti mengumpulkan data-datadata yang paling berguna untuk membuktikan hipotesis. Berdasarkan data yang terkumpul , peneliti akan menguji apakah hipotesis yang dirumuskan dapat naik status menjadi teas, atau sebaliknya tumbang sebagai hipotesis, apabila ternyata tidak terbukti.

Terhadap hipotesis yang sudah dirumuskan peneliti dapat bersikap dua hal yakni [2] :

1. Menerima keputusan seperti apa adanya seandainya hipotesisnya tidak terbukti (pada akhir penelitian).

2. Mengganti hipotesis seandainya melihat tanda-tandatanda bahwa data yang terkumpul tidak mendukung terbuktinya hipotesis (pada saat penelitian berlangsung).

Untuk mengetahui kedudukan hipotesis antara lain [3] :

1. Perlu di uji apakah ada data yang menunjuk hubungan variabel penyebab dan variabel akibat.

2. Adakah data yang menunjukkan bahwa akibat yang ada ,memang ditimbulkan oleh penyebab itu.

3. Adanya data yang menunjukkan bahwa tidak ada penyebab lain yang bisa menimbulkan akibat tersebut.

Apabila ketiga hal tersebut dapat dibuktikan , maka hipotesis yang dirumuskan mempunyai kedudukan yang kuat dalam penelitian.

G.E.R brurrough mengatakan bahwa penelitian berhipotesis penting dilakukan bagi :

1. Penelitian menghitung banyaknya sesuatu

2. Penelitian tentang perbedaan

3. Penelitian hubungan.



[1] Moh.Nazir,ph. D. Metode Penelitian, Ghalia Indonesia, Jakarta: 2003, hal 151

[2] Prof. Dr. Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktika, Rineka Cipta, Jakarta: 1997, hal. 72

[3] Ibid, hal. 73

Kamis, 09 Februari 2012

Pengertian Baca / Membaca

Baca di dalam kamus bahasa Indonesia diartikan sebagai melihat serta memahami isi dari apa yang tertulis (dgn melisankan atau hanya dalam hati). Membaca adalah proses untuk memperoleh pengertian dari kombinasi beberapa huruf dan kata. Mengenai pengertian membaca, banyak ahli yang mengemukakan pendapatnya untuk mendefinisikan membaca, hal ini tergantung pada dari mana meninjaunya. Membaca merupakan suatu proses menangkap atau memperoleh konsep-konsep yang dimaksud oleh pengarangnya, menginterpretasikan, mengevaluasi konsep-konsep pengarang dan merefleksikan atau bertindak seperti yang dimaksud dalam konsep itu. Kemampuan membaca tidak hanya mengoperasikan berbagai keterampilan untuk memahami kata-kata dan kalimat tetapi juga kemampuan untuk menginterpretasi, mengevaluasi sehingga diperoleh pemahaman yang komprehensif.
Juel (1988) mengartikan bahwa membaca adalah proses untuk mengenal kata dan memadukan arti kata dalam kalimat dan struktur bacaan dimana hasil akhir dari proses membaca adalah seseorang mampu membuat intisari dari bacaan.
Dengan mengajarkan anak membaca berarti memberi anak tersebut sebuah masa depan yaitu memberi teknik bagaimana cara mengekplorasi “dunia” manapun yang dia pilih dan memberikan kesempatan untuk mendapatkan tujuan hidupnya.
Ada beberapa prinsip membaca yang perlu diperhatikan oleh pustakawan dalam membina dan mengembangkan minat baca para siswa adalah sebagai berikut :


  1. Membaca merupakan proses berpikir yang kompleks. Hal ini terdiri dari sejumlah kegiatan seperti memahami kata-kata atau kalimat yang ditulis oleh pengarang, menginterpretasikan konsep-konsep pengarang serta menyimpulkannya.
  2. Kemampuan membaca tiap orang berbeda-beda. Setiap orang memiliki kemampuan membaca sendiri-sendiri tergantung dari beberapa faktor misalnya tingkatan kelas kecerdasan, keadaan emosi, hubungan sosial seseorang, latar belakang pengalaman yang dimiliki, sikap, aspirasi, kebutuhan-kebutuhan hidup seseorang dan sebagainya.
  3. Pembinaan kemampuan membaca atas dasar evaluasi. Pembinaan tersebut harus dimulai atas dasar hasil evaluasi terhadap kemampuan membaca orang yang bersangkutan
  4. Membaca harus menjadi pengalaman yang memuaskan. Seseorang akan senang jika telah berhasil mempelajari sesuatu dengan baik dan merasa puas atas hasil bacaannya
  5. Kemahiran membaca perlu keahlian yang kontiyu. Agar memiliki kemahiran membaca, keterampilan-keterampilan yang dibutuhkan dalam membaca perlu diperhatikan sedini mungkin sejak seseorang pertama kali masuk sekolah
  6. Evaluasi yang kontinu dan komprehensif merupakan batu loncatan dalam pembinaan minat baca. Dalam kegiatan pembinaan dan pengembangan minat baca para siswa harus selalu disertai evaluasi karena untuk mengetahui keberhasilan pembinaan dan pengembangan minat baca para siswa.
    g. Membaca yang baik merupakan syarat mutlak keberhasilan belajar. Agar memperoleh keberhasilan belajar, seseorang harus membaca secara efisien.

Pengertian Minat

Minat sering diartikan sebagai “interest”. Minat di dalam kamus bahasa indonesia diartikan kecendrungan hati yang tinggi terhadap sesuatu; perhatian; kesukaan . Minat bisa dikelompokkan sebagai sifat atau sikap yang memiliki kecendrungan atau tendensi tertentu. Minat tidak bisa dikelompokkan sebagai pembawaan tetapi sifatnya bisa diusahakan, dipelajari dan dikembangkan.
Apabila seseorang menaruh perhatian terhadap sesuatu, maka minat akan menjadi motif yang kuat untuk berhubungan secara lebih aktif dengan sesuatu yang menarik minatnya. Jadi minat itu dapat diartikan sebagai sikap yang lahir karena ketertarikan akan sesuatu atau aktivitas tanpa ada yang menyuruh. Hurlock (1993) menjelaskan bahwa minat adalah sumber motivasi yang mendorong seseorang untuk melakukan apa yang ingin dilakukan ketika bebas memilih. Ketika seseorang menilai bahwa sesuatu akan bermanfaat, maka akan menjadi berminat, kemudian hal itu akan mendatangkan kepuasan. Ketika kepuasan menurun maka minatnya juga akan turun. Sehingga minat tidak bersifat permanen tetapi minat bersifat sementara atau dapat berubah-ubah. Crow (1984) menjabarkan bahwa minat dapat menunjukkan kemampuan untuk memperhatikan seseorang, sesuatu barang atau kegiatan atau sesuatu yang dapat memberi pengaruh terhadap pengalaman yang telah distimukasi oleh kegiatan itu sendiri. Minat dapat menjadi sebab sesuatu kegiatan dan hasil dari turut sertanya dalam kegiatan tersebut . Secara umum minat dapat diartikan sebagai suatu kecendrungan yang menyebabkan seseorang berusaha untuk mencari ataupun mencoba aktivitas-aktivitas dalam bidang tertentu. Minat juga diartikan sebagai sikap positif anak terhadap aspek-aspek lingkungan. Ada juga yang mengartikan minat sebagai kecendrungan yang tetap untuk memperhatikan dan menikmati suatu aktifitas disertai dengan rasa senang. Aspek minat terdiri dari aspek kognitif dan aspek afektif. Aspek kognitif berupa konsep positif terhadap suatu obyek dan berpusat pada manfaat dari obyek tersebut. Aspek Afektif nampak dalam rasa suka atau tudak senang dan kepuasan pribadi terhadap obyek tersebut.


[1] Kamus Bahasa Indonesia, Tim Redaksi Kamus Indonesia, Jakarta, Pusat Bahasa, 2008

[2] http://mathedu-unila.blogspot.com/2009/10/pengertian-minat.html

Rendahnya Minat Baca dan Usaha Peningkatannya

Indonesia merupakan salah satu negara berkembang dengan " MINAT " " BACA " masyarakatnya yang masih rendah. Hal ini dapat dilihat dari beberapa hasil survei yang dilakukan oleh pihak – pihak yang berkompeten. Media massa selalu memuat berita mengenai minat membaca masyarakat, terutama minat membaca anak-anak SD. Misal harian Suara Merdeka menulis tajuk rencana dengan judul Kegemaran Membaca Belum Seperti Yang Diharapkan ( Suara Merdeka, 1995). Kompas memuat Minat Baca Belum Tinggi; hingga tahun 2007 jumlah buku di Indonesia baru mencapai 12.000 yang berarti satu buku baru setidaknya dibaca oleh tujuh orang tiap tahunnya ( Kompas, 16 Mei 2008). Ketua Komnas Perlindungan Anak Seto Mulyadi menilai minat baca mulai berkurang akibat pengaruh perkembangan teknologi, “ Sekarang minat baca berkurang, anak-anak lebih suka bermain handphone atau berjam-jam didepan televisi untuk bermain game ketimbang membaca “ ( Kompas, 6 Juni 2009 ) [1]. Publikasi IAEEA tanggal 28 November 2007 tentang minat baca dari 41 negara menginformasikan bahwa melek baca siswa Indonesia selevel dengan negara belahan bagian selatan bersama Selandia Baru dan Afrika Selatan [2]. Republika memuat Tradisi Membaca Lemah, Indonesia Terus Tertinggal ( Republika, 18 Februari 2010) [3]. Data BPS lainnya juga menunjukkan bahwa penduduk Indonesia belum menjadikan membaca sebagai informasi. Orang lebih memilih televisi dan mendengarkan radio. Malahan, kecenderungan cara mendapatkan informasi lewat membaca stagnan sejak 1993. Hanya naik sekitar 0,2 persen. Jauh jika dibandingkan dengan menonton televisi yang kenaikan persentasenya mencapai 211,1 persen. Data 2006 menunjukkan bahwa orang Indonesia yang membaca untuk mendapatkan informasi baru 23,5 persen dari total penduduk. Sedangkan, dengan menonton televisi sebanyak 85,9 perasen dan mendengarkan radio sebesar 40,3 persen [4].

Untuk menumbuh kembangkan minat baca siswa, peran orangtua, guru, sekolah, masyarakat, pemerintah sangat dibutuhkan. Orang tua dapat menjadi contoh di rumah dengan membiasakan membaca apa saja (koran, majalah, tabloid, buku, dsb.) menyediakan bahan-bahan bacaan yang menarik dan mendidik, mengajak anak berkunjung ke pameran buku sesering mungkin dan memasukkan anak menjadi anggota perpustakaan. Guru dapat mengajak siswa untuk membaca/menelaah buku-buku yang menarik di perpustakaan, dan memberi tugas yang sumbernya dicari di perpustakaan. Guru dapat pula mewajibkan siswa membaca satu buah buku setiap minggu, dan orangtua wajib menandatangani laporannya.

Eksistensi sebuah perpustakaan di sekolah merupakan suatu hal yang wajib ada dalam sebuah lembaga atau lingkungan pendidikan. Perpustakaan merupakan gudangnya ilmu dan informasi bacaan, baik yang berkaitan dengan dunia pendidikan maupun pengetahuan umum sehingga keberadaan perpustakaan dilingkungan sekolah diharapkan dapat memudahkan siswa dalam mencari referensi atau rujukan sumber ilmu yang sedang dipelajarinya. Perpustakaan merupakan sarana sumber belajar yang efektif untuk menambah pengetahuan melalui beraneka bacaan. Berbeda dengan pengetahuan dan ketrampilan yang dipelajari secara klasikal di sekolah, perpustakaan menyediakan berbagai bahan pustaka yang secara individual dapat digumuli peminatnya masing-masing.

Namun, semua itu hanya akan menjadi dilema, manakala perpustakaan sekolah tidak dikelola dengan baik.Terlebih lagi apabila suasana perpustakaan tersebut tidak menarik. Jangankan untuk membaca, sekedar singgah saja mungkin siswa sudah enggan sehingga eksistansi sebuah perpustakaan dianggap seperti ruang kosong dan fungsinya sebagai gudang ilmu menjadi terabaikan



[1] http://www.kompas.com/

[2] Association for Evaluation of Educational Achievement (IAEEA)

[3] http://www.republika.co.id/

[4] http://www.bps.go.id/

Daftar Gratis dan Dapatkan Dollarnya Tanpa anda keluar Modal

SEKEDAR INFO (MUDAH DAN MENGHASILKAN)


" WAZZUB " MERUPAKAN CALON PESAING BARU "
GOOGLE " YANG AKAN MEMBERIKAN SEBAGIAN KEUNTUNGAN YANG DIDAPATKAN OLEH PERUSAHAAN.

1 - Google
Anda pasti tahu perusahaan seperti Google atau Yahoo!. Dan Anda pasti tahu juga berapa banyak yang mereka peroleh. Tidak tahu? Berikut adalah jawabannya: Mereka mendapatkan miliaran Dollar setiap tahunnya (Google mendapat $ ...29.000.000.000 HANYA pada tahun 2010) itu berkat KITA yang menggunakan laya...nan mereka. Google menawarkan banyak layanan. Tapi 95% dari pendapatannya ($ 27.550.000.000) berasal dari hanya SATU layanan saja: mesin pencari milik mereka yang terkenal, Google Search. Setiap user yang menggunakan Google Search membuat Google mendapatkan sekitar 1 $ / hari. Bayangkan jika Anda bisa mendapatkan hanya 0.001% dari penghasilan Google Search: $ 275.000/Tahun (sekitar $ 23.000/bulan). Masalahnya adalah: Anda tidak akan mendapatkannya karena Google menyimpan SEMUA penghasilannya untuk dirinya sendiri.

II - Wazzub, "Revolusi Pengguna"
Pada tahun 2007, seseorang berpikir: "Kami, para pengguna membuat mereka mendapatkan miliaran dan kami tidak mendapatkan satu sen-pun. Itu sangat menjijikkan ". Maka Lahirlah WAZZUB. Wazzub adalah mesin pencari, seperti Google, yang akan memberikan Anda uang untuk merujuk orang ikut bergabung menjadi Membernya. Anda akan mendapatkan $ 1/bulan, SEUMUR HIDUP, untuk setiap user yang bergabung dengan Wazzub menggunakan link referral Anda. Dan Anda juga mendapatkan $ 1/bulan, SEUMUR HIDUP, setiap kali seseorang bergabung dengan kelompok Anda (misalnya: Anda akan mendapatkan $ 1 jika teman Anda mengundang seseorang untuk bergabung, tetapi Anda juga akan mendapatkan $ 1 jika teman dari teman Anda itu mengajak seseorang untuk ikut bergabung juga, dst ..).
Anda dapat mencoba kalkulator mereka untuk melihat bagaimana hal itu dapat dengan mudah untuk mendapatkan $ 4000/bulan tanpa usaha apapun. Anda hanya perlu mengajak 5 orang untuk melakukan hal yang sama dalam 5 tingkatan. Hal ini dapat dilakukan dengan cepat & mudah hanya dengan memberitahu teman-teman Anda dan dengan mem-posting di forum di Internet seperti yang saya lakukan saat ini. 4000 $ / bulan, SEUMUR HIDUP, hanya untuk memberitahu teman Anda untuk bergabung sebuah website. Kedengarannya luar biasa, bukan? Dan itu kenyataan.

III-Mengapa Wazzub membayar begitu banyak untuk penggunanya?
Anda mungkin bertanya-tanya mengapa Wazzub membayar Anda untuk mengajak orang untuk bergabung. Sebenarnya, jawabannya cukup sederhana: semakin banyak pengunjung yang mereka dapatkan, semakin banyak mereka dibayar. Ingat, Google mendapat $ 1 per pengguna PER HARI. Wazzub akan membayar Anda $ 1 per pengguna PER BULAN. Jadi masih menguntungkan untuk Wazzub.

IV - Ambil keputusan Anda
Anda harus mengambil keputusan dengan sangat cepat: bergabung sekarang, mulai memberitahu teman-teman Anda dan dapatkan $ 50, $ 1000, $ 4000 atau bahkan lebih per bulan selama seluruh hidup Anda. Atau menunggu dan melihat apakah WAZZUB itu benar-benar legit ... Tapi hati-hati: Wazzub tidak akan membagi hasil pendapatannya untuk anggota yang bergabung setelah April, 9, 2012.

Sebenarnya, mereka menganggap bahwa setelah 3 bulan ini mereka akan memiliki cukup anggota dan mereka tidak harus membayar untuk mendapatkan lagi anggotanya secara lebih dan lebih.
Jadi bergabung SEKARANG, GRATIS, dan ajaklah orang-orang yanglebih banyak sebelum April, 9 2012. Setelah itu, akan terlambat. Anda memiliki 3 bulan untuk mengubah hidup Anda.

V - Tidak ada lagi yang perlu dikatakan, saatnya untuk mendaftar
Anda harus, dan Anda tidak akan membayar apa-apa untuk medaftar. Benar-benar GRATIS.
pergi ke sini http://signup.wazzub.info/?lrRef=ecf36b5d masukkan email & data-data Anda (no phising), klik tombol "Join"l dan ... hanya Itu saja.

Kemudian, Anda akan segera menerima email dengan informasi penting dan link referral Anda.

VI - Beritahu semua orang tentang Wazzub
Hal penting untuk diingat adalah: semakin cepat Anda untuk mem-posting di forum, memberitahu teman-teman Anda, dll .. orang-orang akan mendaftar dengan link referral ANDA.
Wazzub sangat lah baru. Anda akan menjadi salah satu orang pertama di dunia untuk tahu tentang hal itu. Jangan membuang kesempatan ini.

NB: mumpung masih belum banyak yang tahu, silahkan sobat rekrut member sebanyak-banyaknya..karena di websitenya dikatakan 99,99% penduduk dunia belum mengetahui info ini!

Selamat Mencoba,

Salam,


ARIEF