Kamis, 31 Mei 2012

Pembangkit Listrik Tenaga Surya

Sekilas tentang instalasi,kegunaan,dan keunggulan PLTS
Pada dasarnya pemasangan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) itu tidak sulit,yang terpenting pada saat matahari bersinar panel surya / modul surya tidak terhalang oleh benda apapun agar energi yang diserap oleh panel surya / modul surya bisa maksimal,dalam hal ini peralatan atau komponen yang di perlukan untuk pemasangan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS)antara lain :
  1. Panel Surya / Modul Surya.
  2. Controller.
  3. Baterai.
  4. Inverter.
  5. Converter
Setelah peralatan sudah lengkap kita rangkai alat tersebut satu persatu,pertama dari panel surya / modul surya di sambung ke controller lalu ke baterai dan dari baterai di sambung lagi ke inventer untuk menghasilkan arus AC, dan conventer untuk arus DC.
Kegunaan alat – alat tersebut yaitu :
  1. Panel Surya / Modul Surya merupakan alat untuk menyerap energi dari sinar matahari.
  2. Controller merupakan alat untuk mengontrol arus atau energi yang di serap oleh modul.
  3. Baterai merupakan alat untuk menyimpan arus atau energi yang di hasilkan oleh modul.
  4. Inverter merupakan alat untuk mengubah arus DC menjadi arus AC.
  5. Conventer merupakan alat untuk mengubah Voltase yang tinggi menjadi beberapa Voltase yang lebih kecil.
Pembangkit Listrik Tenaga Surya inipun dapat di bangun dalam waktu yang singkat dan cara pemggunaannya cukup mudah,dengan daya kerja yang dapat diandalkan dan suatu system tenaga yang sangat bersahabat dengan llingkungan,yang bekerja tanpa mengeluarkan suara,tanpa menggunakan bahan baker,tanpa menimbulkan limbah atau pencemaran lingkungan,dan masa pemakaian yang sangat lama (untuk panel surya masa pemakaian bisa mencapai 30 tahun ).Untuk penggunaan daya listrik yang besar dapat digunakan beberapa modul surya yang di paralelkan sehingga menghasilkan energi listrik sesuai dengan kebutuhan pemakai.Berapapun daya listrik yang dibutuhkan dapat terpenuhi.
Beberapa keunggulan PLTS di banding system pambangkit listrik lainnya.
  1. Ramah lingkungan tidak menimbulkan polusi suara maupun polusi asap.
  2. Bersifat moduler karena kapasitas listrik yang dihasilkan dapat di sesuaikan dengan kebutuhan dengan cara merangkai modul secara seri atau parallel.
  3. Tidak memerlukan bahan bakar karena sumber energi yang di gunakan dari sinar matahari yang di hasilkan secara cuma - cuma sepanjang tahun.
  4. Tidak memerlukan kontruksi yang berat sehingga dapat dipasang dimana saja dan dapat dipindahkan bilamana dibutuhkan.
  5. Perawatannya yang sangat mudah dan tidak memerlukan banyak biaya,hanya membersihkan modul bila kotor dan menambah air aki/accu bila kurang.
  6. Umur pemakaian modul surya bisa mencapai 30 tahun.

Lampu LED Solusi Penerangan Jalan

Entah berapa banyak daya listrik yang bisa dihemat dari penggunaan lampu jalan. Namun yang pasti, untuk satu unit lampu jalan dibutuhkan setidaknya sekitar 250 watt. Bayangkan, berapa banyak lampu yang dibutuhkan untuk menerangi jalan-jalan di Ibukota. Tentu dengan adanya niat penggunaan lampu energi tersebut, program penghematan energi yang dicanangkan oleh pemerintah menjadi signifikan adanya.

Menurut Dahlan Iskan, Direktur Utama PT PLN, rata-rata penggunaan lampu jalan raya di Jakarta sekitar 250 watt/lampu/hari dengan total pemakaian seluruh lampu jalan raya di Jakarta sebesar 200 Megawatt. Atas dasar itulah, orang nomor satu di PT PLN ini menganjurkan agar lampu-lampu jalan di Ibukota ini segera beralih menggunakan lampu LED (Light Emitting Diode).
Alasannya adalah karena lampu LED ini hanya membutuhkan energi listrik sekitar 40 watt per lampu. Artinya lampu LED ini mampu menghemat sekitar 210 watt per unitnya. Dahlan juga mengungkapkan bahwa dengan mengganti lampu jalan raya dengan LED, bukan hanya mampu menghemat energi saja tetapi juga karena lampu LED memang lebih bagus dan permanen.

PJU-TS Lebih Efisisen
Lain lampu jalan berbasis LED, lain pula dengan lampu penerangan jalan umum tenaga surya (PJU-TS). Sebab PJU-TS ini merupakan lampu penerang jalan yang dalam operasionalnya menggunakan cahaya matahari sebagai sumber energinya. Kendati PJU-TS ini lebih cocok digunakan pada daerah-daearah yang mengalami krisis energi listrik, namun bukan berarti PJU-TS ini tidak digunakan di kota-kota besar sebagai penerang jalan raya, kawasan perumahan, halte bus, dan tempat-tempat umum lainnya.

Dalam kalkulasi bisnis, PJU-TS jelas lebih hemat karena sama sekali tidak ada biaya penggunaan energi listrik dalam penggunaannya. Maklum karena PJU-TS murni menggunakan energi matahari yang notabene gratis didapat. Dengan menggunakan panel surya (yang lifetime hingga 25 tahun) yang berfungsi untuk menangkap/menerima sinar matahari yang kemudian diubah menjadi energi listrik melalui proses photovoltaic.

PJU-TS ini beroperasi secara otomatis. Biasanya akan mulai menyala ketika sore hari menjelang dan akan padam pada pagi harinya. Hebatnya lagi, dalam hal perawatan, PJU-TS ini tergolong mudah, efisien, dan dapat digunakan bertahun-tahun. Selain itu, PJU-TS yang beroperasi secara mandiri ini tidak memerlukan kabel jaringan antar tiang sehingga instalasinya menjadi mudah, praktis, ekonomis, dan tentunya dapat terhindar dari black out total jika terjadi gangguan listrik. Semoga saja , PJU-TS yang menggunakan lampu LED nantinya dapat menjadi solusi yang tepat dalam mengatasi kebutuhan penerangan jalan umum di Indonesia.

Hemat Listrik Penggunaan Komputer

Mengurangi energi listrik yang digunakan, berarti turut menekan pengeluaran biaya. Mulailah penghematan dari komputer yang biasa digunakan.

Energi listrik telah menjadi kebutuhan esensial. Memang untuk mendapat listrik sangat mudah. Namun sebenarnya dengan bahan bakar dari fosil makin berkurang ditambah harganya terus meningkat, pembangkit listrik kerap menghadapi kendala.

Tak pelak lagi, pembangkit listrik sering mengalami kesulitan mendapat bahan bakar. Akibatnya produksi energi listrik menurun. Defisit pasokan listrik untuk kebutuhan rumah tangga hingga industri tidak bisa dihindari lagi. Pemadaman listrik pun dilakukan.
Oleh karena itu, sumber bahan bakar dari energi terbarukan terus didorong untuk dikembangkan. Penggunaan sumber bahan bakar dari fosil terus dikurangi.

Terlebih lagi emisi dari penggunaan bahan bakar minyak telah pula memicu gas rumah kaca seperti karbondioksida, metana, dan karbonmonosida. Gas-gas rumah kaca merupakan gas yang menimbulkan pemanasan global yang diitandai dengan pemanasan global.

Untuk turut mengurangi dampak pemanasan global, sebenarnya bisa dilakukan melalui penghematan penggunaan energi listrik. Dengan menekan pemborosan, selain mengurangi beban pembangkit listrik, telah turut pula melakukan mitigasi pemanasan global.

Penghematan sebenarnya bisa dilakukan siapa saja dan di mana saja. Bukan hanya di perkantoran dan industri, penghematan juga bisa dilakukan di rumah tangga dalam skala kecil. Apalagi banyak sekali peralatan di rumah tangga yang menggunakan listrik. Sebut saja lampu, AC, kulkas, televisi, mesin cuci, pompa air, computer, dan banyak lagi.

Komputer atau dikenal juga dikenal personal computer (PC) bukan lagi barang baru. Peralatan ini dengan ditemui, baik pada kantor-kantor maupun pada rumah tangga. Namun ternyata penggunaan komputer yang terus menerus bisa menyebabkan pembengkakan tagihan listrik.
Ada beberapa cara yang bisa digunakan agar biaya listrik bisa dipangkas.

Secara umum, penghematan biaya listrik di komputer bisa dilakukan oleh siapapun pemakainya. Asalkan ada kemauan untuk berhemat. Ada beberapa hal yang harus dilakukan untuk menghemat listrik komputer.

Satu, atur tingkat terang-gelapnya layar monitor (brightness) secukupnya. Ternyata makin terang layar monitor, makin besar energi yang dibutuhkan. Sehingga usahakan agar sesuai kebutuhan Anda saja.
Dua, pilihlah monitor komputer hemat energi. Di pasaran kini sudah banyak dijual monitor yang masuk kategori hemat energy. Jika tidak mengerti dan memahami mengenai jenis monitor hemat energi, Anda bisa ditanyakan pada saat pembelian.

Tiga, hindari penggunaan screensaver dan standby power karena meski kecil tetap saja ada energi listrik yang digunakan. Empat, hindari pula penggunaan komputer secara berlebihan, misalnya untuk main games semalam suntuk atau menyetel MP3 sepanjang hari.

Selain cara-cara yang bisa dilakukan di atas, secara otomatis komputer juga bisa distel agar hemat energi. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan. Memang sedikit teknis. Tetapi bisa Anda coba mencobaya dan ditanggung tidak rumit.

Empat, untuk menuju menu pilihan setingan power pada layar utama atau desktop klik kanan lalu pilih properties, lalu pilih tabulasi screen saver dan tekan tombol yang bertuliskan power. Cara lainnya yaitu dari menu kontrol panel di windows explorer pilih power options.

Lima, bila kotak pilihan seting tenaga listrik sudah terbuka kita tinggal setting sesuai dengan situasi, kondisi, toleransi dan kebutuhan kita. Misalnya untuk turn off monitor, kita bisa mematikan monitor secara otomatis yang tidak digunakan setelah menit atau jam yang kita pilih. Contoh : After 15 minutes berarti layar monitor akan mati setelah 15 menit tidak ada aktivitas di komputer. Turn off hard disks. Artinya, kita bisa mematikan semua hard disk secara otomatis yang tidak digunakan setelah menit atau jam yang kita pilih. Misalnya after one hour berarti semua harddisk akan dimatikan setelah satu jam tidak ada aktivitas di komputer

Bisa dipilih pula sistem standby. artinya bisa mematikan sementara sistem komputer secara otomatis yang tidak digunakan setelah menit atau jam yang kita pilih. Misalnya, after two hours berarti komputer akan akan mati sementara setelah dua jam tidak ada aktivitas di komputer. Dalam mode ini pekerjaan yang sedang dijalankan tidak akan hilang. Langkah lain adalah mengaktifkan system hibernate. Yang bisa dilakukan mematikan komputer secara otomatis yang tidak digunakan setelah menit atau jam yang kita pilih. Jangan lupa pada tabulasi Hibernate pilih enable hibernation. Dalam mode ini pekerjaan yang sedang dijalankan tidak akan hilang.

Enam, untuk mengaktifkan kembali coba goyang atau klik di mouse. Jika tidak bisa coba tekan tombol di keyboard. Jika ternyata power mati coba tekan tombol power di CPU komputer kita.
Program hemat energi memang tidak bisa sekedar slogan belaka. Harus dimulai dari diri sendiri. Hemat memang bukan berarti memakai listrik secara terbatas. Tapi tentu saja sesuai kebutuhan. Untuk rumah tangga, perlu dilakukan sosialisasi terus menerus sehingga kesadaran akan tumbuh dengan sendirinya.

Yang harus diingat juga hemat energi memang bukan semata-mata tanggung jawab pemerintah atau instansi seperti PLN. Hemat energi adalah tanggung jawab kita bersama, termasuk para pemakai di rumah tangga dan industri. Tentu saja, bila program penghematan ini dilakukan semua pihak, bukan hanya biaya yang lebih irit, bumi kitapun akan mendapatkan manfaatnya.

Hemat Energy Dengan Energy Saving

Hidup di zaman modern seperti saat ini, dibutuhkan efisiensi dalam penggunaan energi.
Dengan sistem manajemen energi yang baik, hidup terasa nyaman dan lebih menyenangkan.

Isu pemanasan global (global warming) terus saja bergulir.
Setiap tahun atau saat Hari Bumi (22 April) diperingati masyarakat sedunia, isu pemanasan global selalu menjadi topik hangat yang selalu dibicarakan. Tapi, apakah kita sudah melakukan tindakan nyata terhadap isu lingkungan yang mendunia itu?

Sebenarnya tidaklah sulit jika kita ingin mendukung penyelamatan bumi dari pemanasan global. Cobalah rekonstruksi ulang kebiasaan kita dalam mengkonsumsi energi, seperti penggunaan energi listrik misalnya. Karena seharusnya kita bisa melakukan penghematan energi listrik di dalam rumah. Misalnya dengan mematikan listrik saat tidak digunakan, atau bisa juga dengan mengunakan lampu yang hemat energi.

Seiring dengan kemajuan teknologi dan tuntutan gaya hidup modern, kini kita bisa dengan mudah dan tersistem dalam melakukan tindakan penghematan listrik. Karena saat ini, tindakan penghematan energi itu bisa dilakukan dengan pengaturan konsumsi penggunaan listrik lewat jaringan sensor nirkabel (wireless censor network). Seperti diketahui, dalam operasional sebuah hunian, penggunaan energi listrik boleh dibilang yang terbesar. Dan ini menjadi cost center yang rutin dikeluarkan setiap bulan. Padahal, jika kita mau melakukan efisiensi, maka kita dapat memangkas biaya penggunaan listrik dan menghemat konsumsi energi.

Menurut Bernard Permatista, General Manager Homebrace Indonesia, kini dengan adanya sistem manajemen energi (energy management), pembayaran rekening listrik yang besar akibat penggunaan energi yang berlebihan, akan dapat ditekan hingga 20-30%. Ia menjelaskan bahwa sistem manajemen energi yang dimaksud, nantinya akan membantu dan memberi kemudahan dalam mengatur penggunaan energi listrik yang dibutuhkan sehingga tercipta efisiensi energi. “Kami di Homebrace menyediakan sistem manajemen energi. Dengan sistem ini penggunaan listrik dapat dioptimalkan,” kata Bernard.

Bernard juga mengungkapkan bahwa sistem yang disediakannya ini dapat digunakan sebagai lighting control, otomatisasi
peralatan rumah tangga, dan juga sebagai security system. “Tentu saja sistem ini akan mampu mengefisiensikan pemakaian energi dalam rumah. Lalu karena sistem ini akan berjalan otomatis, makanya disebut sebagai smart home system,” ujar Bernard.

Prinsipnya, Homebrace System Solution adalah suatu sistem yang pintar, fleksibel, dan lengkap yang dapat diaplikasikan di seluruh bangunan (rumah, apartemen, dan kantor). Dengan menggunakan sistem Homebrace ini, setidaknya konsumen dapat memberikan nilai lebih kepada propertinya. Termasuk juga dapat berkontribusi kepada lingkungan yang lebih hijauterkait dengan penghematan energi listrik.

Lewat suatu perangkat keras (hardware) dan peranti lunak (software) yang dapat diakses melalui internet, sistem Homebrace ini bisa dikendalikan oleh komputer pribadi atau telepon genggam. Menariknya lagi, dengan integrator system dari Homebrace, kita tidak hanya dapat menghidupkan dan mematikan lampu secara otomatis, tapi juga memprogram (setting) terang-gelap cahaya (dimmer), dan menghubungkannya dengan sensor gerak, kamera CCTV, smoke detector, untuk selanjutnya dikontrol melalui ponsel atau komputer melalui jaringan internet. Kita hanya tinggal mengatur kebutuhannya saja.

Dalam aplikasinya, teknologi sistem Homebrace ini memang bisa digunakan untuk semua penggunaan energi listrik. Contohnya yakni pada penggunaan alat pendingin (air conditioner) yang bisa disetting operasionalnya, misalnya AC akan mati (off) secara otomatis apabila ada satu jendela di ruangan yang terbuka (window censor). Dengan kata lain, AC akan mati pada suhu tertentu. Dengan begitu tidak ada lagi energi yang terbuang percuma.

Setidaknya dengan sistem manajemen energi yang ditawarkan oleh Homebrace, tidak akan ada lagi energi yang terbuang percuma. Misalnya lampu eksterior yang menyala, meski hari sudah siang. Atau tidak ada lagi air conditioner yang terus beroperasi, meski tidak ada orang di dalam ruangan. “Dengan Homebrace system, kita tidak perlu lagi mengingat kapan waktu menyalakan dan mematikan lampu. Cukup melihat di sistem, seperti BlackBerry, iPhone, iPad, dan laptop, dengan mudah kita bisa mengontrol penggunaan energi dalam rumah,” kata Bernard.

Boleh jadi, sistem yang diterapkan Homebrace ini sangat simpel sekali. Bahkan, sistem ini bisa tumbuh sesuai dengan kebutuhan pengguna. Soal bujet, tergantung kebutuhan customer. Untuk instalasi standar, dibutuhkan sekitar Rp 10-15 juta. “Dengan investasi sekitar Rp 10 juta, orang sudah bisa menggunakan sistem manajemen energi dari Homebrace. Karena sistemnya wireless, maka akan memudahkan user untuk kapan saja menginstalasi sistem ini,” tandas Bernard.

Dan sebenarnya masih banyak fungsi yang bisa dilakukan dengan mengaplikasi sistem Homebrace. Intinya Anda dapat dengan mudah mengontrol setiap pengunaan energi listrik di dalam hunian tanpa harus mengeceknya satu per satu. Cukup dengan satu alat kontrol, persoalan penghematan energi bisa dilakukan kapan saja dan dimana saja. So, saatnya kini kita melakukan saving energy with energy management.

Setrika Listrik

PENGERTIAN

Seterika listrik adalah alat yang dipanaskan digunakan untuk melicinkan / menghaluskan pakaian agar dapat lebih rapi dipakai, umumnya setelah dicuci dan dikeringkan. Terkadang lipatan-lipatan pakaian cukup sulit untuk dihilangkan sehingga memerlukan sedikit air untuk membasahi bagian yang terlipat, terlebih untuk bahan-bahan dari wol. Pada saat ini ada banyak jenis seterika, dari yang untuk keperluan rumah tangga sampai industri seperti hotel, rumah sakit, dan lain-lain. Bagian panas dari seterika pada awalnya dibuat dari besi sehingga ada masalah dengan kebersihannya akibat karat pada besi. Hasil perbaikannya, pada saat ini, bagian pemanasnya dibuat dari alumunium atau stainless steel. Panas dari seterika modern dikendalikan dengan termostat yang fungsinya untuk mengendalikan suhu relatif konstan sesuai dengan kebutuhan, jenis kain dan tingkat kehalusan hasil setrikaan. Bagian utama seterika listrik meliputi:

  1. Elemen pemanas Elemen pemanas adalah suatu elemen yang akan membangkitkan panas bila dialiri arus listrik. Dari elemen pemanas inilah sumber energi panas dibangkitkan.
  2. Plat dasar / alas (sole plate), Alas seterika adalah bagian seterika yang akan bersentuhan langsung dengan kain yang disetrika. Alas seterika dibuat dari bahan anti karat seperti alumunium, stainless steel atau minimal dengan lapisan bahan anti karat dan anti lengket (Teflon) agar tidak mudah kotor dan mengotori kain yang disetrika.
  3. Besi pemberat, Pemberat biasanya terbuat dari besi dan sesuai dengan namanya, fungsinya sebagai pemberat seterika agar memudahkan dalam pemakaiannya.
  4. Tutup, Penutup atau selungkup seterika dibuat dari bahan isolasi untuk mencegah bahaya sengatan listrik. Di samping itu, penutup juga yang anti panas guna mencegah bahaya sentuhan ke bagian tubuh manusia.
  5. Pemegang, Tangkai pemegang seterika terbuat dari bahan isolasi (kayu atau plastik). Ini dimaksudkan apabila ada kebocoran arus listrik tidak membahayakan pemakainya.
  6. Kabel penghubung. Kabel daya ini terbuat dari kabel fleksibel (dengan inti serabut) yang dibungkus dengan bahan isolasi kain menjadikannya tetap lentur sehingga tidak mudah putus dan aman dari bahaya sengatan listrik.
Kesimpulan yang diperoleh; Seterika memerlukan adanya panas untuk memudahkan dalam melicinkan pakaian tersebut. Tenaga panas ini diperoleh dari tenaga listrik. Tegasnya, tenaga listrik diubah menjadi tenaga panas. Tinggi panas yang diproduksi tergantung dari besar daya yang dipakai. Semakin besar daya listrik yang dipakai, semakin tinggi panas yang diperoleh.


PRINSIP KERJA

Bila seterika dihubungkan ke sumber tegangan listrik dan dihidupkan (ON), maka arus listrik mengalir melalui elemen pemanas. Dengan adanya arus listrik yang mengalir ini, elemen
pemanas membangkitkan panas. Panas ini kemudian disalurkan secara konduksi pada permukaan dasar seterika (permukaan yang digunakan untuk melicinkan pakaian). Panas yang
dibangkitkan ini akan terus meningkat bila arus listrik terus mengalir. Oleh karena itu, bila seterika tidak dilengkapi dengan pengatur suhu, untuk mencegah terjadinya panas lebih seterika harus diputuskan dari sumber listriknya dan disambungkan kembali bila suhu mulai kurang. Demikian kondisi ini terjadi secara berulang. Namun, bila seterika sudah dilengkapi dengan pengatur suhu, maka seterika akan memutuskan aliran listriknya secara otomatis bila
suhu telah mencapai maksimal. Sebaliknya bila suhu menurun sampai harga tertentu, seterika juga akan secara otomatis menghubungkan aliran listrikya. Demikian siklus kerja otomatis ini berulang.

Bahaya Listrik

Sebagian besar orang pernah mengalami / merasakan sengatan listrik, dari yang hanya merasa terkejut saja sampai dengan yang merasa sangat menderita.
Oleh karena itu, untuk mencegah dari hal-hal yang tidak diinginkan, kita perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap bahaya listrik. Banyak penyebab bahaya listrik yang ada dan terjadi di sekitar kita, di antaranya adalah isolasi kabel rusak, bagian penghantar terbuka, sambungan terminal yang tidak kencang. Isolasi kabel yang rusak merupakan akibat dari sudah terlalu tuanya kabel dipakai atau karena sebab-sebab lain (teriris, terpuntir, tergencet oleh benda berat dll), sehingga ada bagian yang terbuka dan kelihatan penghantarnya atau bahkan ada serabut hantaran yang menjuntai. Ini akan sangat berbahaya bagi yang secara tidak sengaja menyentuhnya atau bila terkena ceceran air atau kotoran-kotoran lain bisa menimbulkan kebakaran. Bahaya listrik dibedakan menjadi dua, yaitu bahaya primer dan bahaya sekunder. Bahaya primer adalah bahaya-bahaya yang disebabkan oleh listrik secara langsung, seperti bahaya sengatan listrik dan bahaya kebakaran atau ledakan. Sedangkan bahaya sekunder adalah bahaya-bahaya yang diakibatkan listrik secara tidak langsung. Namun bukan berarti bahwa akibat yang ditimbulkannya lebih ringan dari yang Primer. Dampak sengatan listrik antara lain adalah: 1. Gagal kerja jantung (Ventricular Fibrillation), yaitu berhentinya denyut jantung atau denyutan yang sangat lemah sehingga tidak mampu mensirkulasikan darah dengan baik. 2. Gangguan pernafasan akibat kontraksi hebat (suffocation) yang dialami oleh paru-paru 3. Kerusakan sel tubuh akibat energy listrik yang mengalir di dalam tubuh 4. Terbakar akibat efek panas dari listrik Ada dua cara listrik bisa menyengat tubuh kita, yaitu melalui sentuhan langsung dan tidak langsung. Bahaya sentuhan langsung merupakan akibat dari anggota tubuh bersentuhan langsung dengan bagian yang bertegangan sedangkan bahaya sentuhan tidak langsung merupakan akibat dari adanya tegangan liar yang terhubung ke bodi atau selungkup alat yang terbuat dari logam (bukan bagian yang bertegangan) sehingga bila tersentuh akan mengakibatkan sengatan listrik. Lintasan arus listrik dalam tubuh juga akan sangat menentukan tingkat akibat sengatan listrik. Lintasan yang sangat berbahaya adalah yang melewati jantung, dan pusat saraf (otak). Untuk menghindari kemungkinan terburuk adalah apabila kita bekerja pada sistem kelistrikan, khususnya yang bersifat ONLINE adalah sebagai berikut: 1. Gunakan topi isolasi untuk menghindari kepala dari sentuhan listrik 2. Gunakan sepatu yang berisolasi baik agar kalau terjadi hubungan listrik dari anggota tubuh yang lain tidak mengalir ke kaki agar jantung tidak dilalui arus listrik 3. Gunakan sarung tangan isolasi minimal untuk satu tangan untuk menghindari lintasan aliran ke jantung bila terjadi sentuhan listrik melalui kedua tangan. Bila tidak, satu tangan untuk bekerja sedangkan tangan yang satunya dimasukkan ke dalam saku.