Minggu, 27 Mei 2012

Mandiri Sehat Dimulai Sejak Dini




Talkshow ini diadakan di NFL “Nutrition For Life” pada hari Minggu tanggal 20 Mei 2012 dengan tema “Mandiri Sehat Dimulai Sejak Dini”. Pembicara pada talkshow ini yaitu Anna Surti Ariani, S.Psi., M.Si., Psikolog, yang menjelaskan tentang kemandirian anak dan trik asah-asih-asuh pada anak.

Bukti Kemandirian Anak:
  1. Sudah punya keinginan sendiri
  2. Tiap kali ada kesempatan, maka berusaha “kabur”
  3. Bisa juga tarik-tarik tangan orang tua supaya mendekati hal tertentu yang ingin dia perhatikan
  4. Jika dilarang, maka marah
Kenali Kebutuhan Anak:
  1. Menjadi seseorang yang berbeda dari orang lain
  2. Merasa mampu mengendalikan dunianya
  3. Merasa memiliki kekuasaan
  4. Mengekspresikan ide-idenya
  5. Melatih kemampuan mengenali dirinya sendiri
  6. Berlatih membuat keputusan
Bonus kemandirian: Percaya Diri dan Bahagia

Akibat Pemaksaan Aturan:
  1. Konflik berlebihan anatara orang tua-anak
  2. Kenciptakan kemarahan dan kebencian antara orang tua-anak
  3. Anak kehilangan kesempatan belajar mandiri
  4. Anak cenderung kurang percaya pada kemampuan dirinya
  5. Anak semakin sulit diatur karena semakin tergantung/semakin memberontak
Yang Perlu Dilakukan:
  1. Cari tahu sebanyak mungkin trik asih-asah-asuh
  2. Berikan pujian, untuk mengarahkan perilaku mandirinya
  3. Pendekatan tegas, bukan gelak
  4. Buat setting rumah child-proof
  5. Buat aturan yang konsisten
  6. Bersikap fleksibel
  7. Ingat: anak butuh 'panggungnya', jangan atur segalanya beri kesempatan pada anak
Beberapa trik asah-asih-asuh:
  1. Berikan pilihan yang sudah terpilih
  2. Batasi waktu dengan jarum jam/kalender
  3. Batasi kegiatan dengan berakhirnya sesuatu
  4. Pilih perilaku prioritas, abaikan hal-hal yang kurang penting
  5. Pikirkan alternatif kegiatan
Untuk mengatur atau menasehati anak:
Jarak orang tua dan anak kurang dari 1 meter dan dengan hangat (jangan berteriak kepada anak)


sumber: Anna Surti Ariani, S.Psi., M.Si., Psikolog, 20 Mei 2012, NFL

Selasa, 22 Mei 2012

Penelitian Tindakan Kelas

Anda tentu sudah sering mendengar kata penelitian, yang merupakan terjemahan dan bahasa Inggris: research. Bagi sebagian guru, terutama mereka yang mengambil program sarjana (S1), penelitian merupakan kegiatan puncak dan studi mereka. Dalam penyelesaian studinya, mereka dituntut untuk mengembangkan wawasannya dengan cara melakukan pencarian atau eksplorasi untuk menemukan jawaban dan masalah yang menjadi bidang kajiannya. Untuk melakukan pencaharian atau eksplorasi tersebut
ada seperangkat aturan dan langkah yang harus diikutinya. Anda pasti sudah dapat menebak bahwa aturan dan langkah langkah tersebut dikemas dalam satu perangkat yang disebut metode penelitian. Bertitik tolak dan uraian di atas, penelitian tindakan kelas merupakan satu penelitian pula yang dengan sendininya mempunyai berbagai aturan dan langkah yang hanus diikuti. Penelitian tindakan kelas merupakan terjemahan dan classroom action research, yaitu satu action research yang dilakukan di kelas. Agar Anda memiliki pengertian yang mantap tentang PTK, man kita bahas makna PTK dan segi semantik (arti kata). Action research, sesuai dengan arti katanya, diterjemahkan menjadi penelitian tindakan; yang oleh Cam dan Kemmis dalam McNiff.(1991, p.2) didefinisikan sebagai berikut. Action research is a form of self-reflective enquiry undertaken by participants (teachers, students or principals, for example) in social (including educational) situations in order to improve- the rationality and justice of (a) their own social or educational practices, (2) their understanding of thece practices and the situations (and institutions) in which the practices,are carried out. Jika kita cermati pengertian diatas secara seksama. kita akan menemukan sejumlah ide pokok sebagai berikut. 1.Penelitian tindakan adalah satu bentuk inkuiri atau penyelidikan yang dilakukan melalui refleksi dini. 2.Penelitian tindakan dilakukan oleh peserta yang terlibat dalam situasi yang diteliti, seperti guru, siswa, atau kepala sekolah. 3.Penelitian tindakan dilakukan dalam situasi sosial. Termasuk situasi pendidikan. 4.Tujuan penelitian tindakan adalah memperbaiki: dasar pemikiran dan kepantasan dan praktek- praktek, pemahaman terhadap praktek tersebut, serta situasi atau lembaga tempat praktek tersebut dilaksanakan. Penelitian tindakan kelas adalah penelitian yang dilakukan oleh guru di dalam kelasnya sendiri melalui refleksi dini dengan tujuan untuk memperbaiki kinerjanya sebagai guru, sehingga hasil belajar siswa menjadi meningkat. Bagaimana pendapat Anda tentang pengertian tersebut? Apakah dengan membaca pengertian itu Anda sudah dapat membayangkan sosok PTK ? Apakah anda sudah dapat memahami, siapa yang melakukan penelitian itu, di mana dilakukan. Bagaimana caranya melakukan, dan apa yang ingin dicapai melalui penelitian tersebut. Jika pertanyaan tersebut sudah dapat Anda jawab, berarti Anda sudah memahami pengertian PTK.

Sabtu, 19 Mei 2012

Prosedur Pelaksanaan Penelitian Tindakan Kelas

PTK dapat dilaksanakan secara individual dan berkelompok. Pelaksanaan secara individual termasuk PTK Individual, sedang pelaksanaan secara berkelompok termasuk PTK Kolaboratif. Untuk pelaksanaan secara berkelompok perlu dibentuk gugus-gugus pelaksana PTK.

Prosedur Pelaksanaan PTK dapat di download di sini . . .

Tujuan Penelitian Tindakan Kelas

Dalam pelaksanaannya, PTK diawali dengan kesadaran akan adanya permasalahan yang dirasakan mengganggu, yang dianggap menghalangi pencapaian tujuan pendidikan sehingga ditengarai telah berdampak kurang baik terhadap proses dan atau hasil belajar pserta didik, dan atau implementasi sesuatu program sekolah. Bertolak dari kesadaran mengenai adanya permasalahan tersebut, yang besar kemungkian masih tergambarkan secara kabur, guru kemudian menetapkan fokus permasalahan secara lebih tajam kalau perlu dengan mengumpulkan tambahan data lapangan secara lebih sistematis dan atau melakukan kajian pustaka yang relevan.

Tujuan PTK sebagai berikut :
Read . . .

Pengertian PTK (Penilaian Tindakan Kelas)

Penelitian Tindakan Kelas (PTK) merupakan ragam penelitian pembelajaran yang berkonteks kelas yang
dilaksanakan oleh guru untuk memecahkan masalah-masalah pembelajaran yang dihadapi oleh guru, memperbaiki mutu dan hasil pembelajaran dan mencobakan hal-hal baru pembelajaran demi peningkatan mutu dan hasil pembelajaran.

PTK atau action research mulai berkembang sejak perang dunia ke dua, saat ini PTK sedang berkembang dengan pesatnya di negara-negara maju seperti Inggris, Amerika, Australia, dan Canada. Para ahli penelitian pendidikan akhir-akhir ini menaruh perhatian yang cukup besar terhadap PTK. Menurut Stephen Kemmis seperti dikutip D. Hopkins dalam bukunya yang berjudul A Teacher’s Guide to Classroom Research, menyatakan bahwa action research adalah: a from of self-reflektif inquiry undertaken by participants in a social (including education) situation in order to improve the rationality and of (a) their own social or educational practices justice (b) their understanding of these practices, and (c) the situastions in which practices are carried out.

Secara singkat PTK adalah
Baca Selengkapnya...

Sistematika Karya Tulis Ilmiah

Menulis karya tulis ilmiah yang bersumber penelitian adalah menulis laporan penelitian dan artikel
untuk jurnal ilmiah. Oleh sebab itu, format penulisannya menyesuaikan dengan format penelitian. Format penelitian sangat tergantung dengan metode penelitian yang digunakan, di mana setiap metode memiliki format tersendiri. Format dalam menulis karya ilmiah merupakan alur-alur jalan pikiran yang terdapat dalam sebuah penelitian yang dikaitkan dengan proses penulisan.

Dalam pembahasan ini kita tidak akan menekankan kepada aspek-aspek penelitian seperti teknik pengambilan data, analisis data, dan teknik analisis statistika, melainkan kepada rambu-rambu pikiran yang merupakan tema pokok sebuah proses penelitian. Seperti kita ketahui bahwa penelitian adalah sebuah proses pemecahan masalah, maka penulisan karya tulis ilmaih merupakan pemaparan proses pemecahan masalah, sehingga pembaca memperoleh jawaban dari masalah yang diteliti.

Karya tulis ilmiah hasil penelitian berfungsi mengkomunikasikan ihwal gagasan atau hasil penelitian yang telah dilakukan, khususnya (a) gagasan: Apa yang menjadi permasalahan, dan Bagaimana gagasan yang dikemukakan dalam memecahkan maasalah, (b) Penelitian: apa yang diteliti, mengapa penelitian dilakukan, dan apa yang menjadi fokusnya, apa yang menjadi acuan konseptualnya, bagaimana desainnya, bagaimana data dikum- pulkan dan dianalisis, temuan apa yang diperoleh, apa kesimpulan akhirnya, dan apa rekomendasi yang dinyatakan berdasarkan temuan tersebut bagi kepentingan praktis dan pengembanga ilmu.

Bentuk karya tulis ilmiah ada dua macam :
Baca Selengkapnya . . .